Get me outta here!

Selasa, 12 April 2022

STUDI KASUS KONSELING BERKEBUTUHAN KHUSUS #7 | TUNALARAS

 TUNALARAS

Identitas 

Nama        : Kosmos

Tempat, tgl lahir : Ambon, 9 April 1995 

Agama : kristen 

Status : Anak ke 3 dari 4 bersaudara 

Alamat : Asrama atau di Gilingan bersama neneknya 

Identitas orang tua ABK 

Nama Ayah/Ibu : Sarmudih/Antoniah 

Umur : 52 tahun 

Pendidikan : SMP 

Pekerjaan : serabutan/ penjual sayur 

Alamat : Ambon 

Status perkewinan : utuh 

Status sosial-ekonomi : kurang 

Kepedulian : terhadap anak dan pendidikannya cendrung tidak peduli & mengabaikan,disebabkan oleh faktor ekonomi yang lemah


2. Pendidikan

Lima tahun yang lalu kosmos dimasukan ke sebuah sekolah reguler SD Nusukan Barat 113 Solo. Ternyata disana ia tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik, setelah diidentifikasi kosmos ini memiliki gangguan emosi dan sosial. Sehingga ia dikategorikan sebagai anak yang mengalami ketunalarasan. Sehingga ia di masukan ke SLB E Bhina Putera Surakarta Riwayat perkembangan Fisik dan kognitif baik, normal seperti umumnya pada anak-anak (tak diketahui adanya gangguan). Berkembang sesuai dengan usia Kepribadian diperoleh dari hasil meniru pribadi-pribadi yang ada di lingkungan tempat ia berasal (Ambon yang pada saat itu merupakan daerah  konflik,  banyak orang-orang yang bertemparamen tinggi, berwatak keras, pendendam, mudah di sulut emosinya, dll) Sosial, kurang bisa berinteraksi dengan baik karena adanya ketidaknyamanan dan ketidakamanan yang dirasakan anak. Diakibaatkan karena trauma akan konflik yang pernah di alami anak.


3. Kehidupan Sosial

Ketunalarasan yang dialami anak diperoleh karena adanya konflik di Ambon. Disana prilaku dan sikap masyarakat terhadap masyarakat lain banyak negatif, sehingga anak mencontoh prilaku dan sikap tersebut. Yang pada akhirnya, semua prilaku itu menjadi miliknya. Kehidupan sosial, pada awalnya anak seringkali berteman hanya dengan anak-anak yang berasal dari Ambon. Atau anak-anak yang menurutnya mempunyai kesamaan, baik latar belakang atau kesukaan yang sama.


4. Penyimpangan prilaku yang dihadapi

Gejala prilaku yang tampak menonjol adalah mencuri dan berbohong, apabila marah membawa batu untuk memecahkan kaca atau dilempar pada orang. Faktor yang mempengaruhi prilaku tersebut berupa faktor eksternal yang berasal dari lingkungan keluarga yang kurang perhatian dan kurang memberikan kasih sayang. Lingkungan masyarakat yang bersitegang karena konflik. Sedangkan factor internal berupa ketidaksiapan/ belum matangnya perkembangan anak. Sehingga kurang bisa memahami apa yang sedang terjadi, tidak tahu apa yang harus saya lakukan, terbawa keadaan, dll. Dugaan sebab utama adalah ke dua faktor diatas. Upaya treatmennt yang sudah dilakukan Oleh neneknya di masukan ke SLB E Solo. Di Sekolah, guru berusaha memaksimalkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), melakukan pembinaan di asrama  dengan cara memasukannya ke sana, dan melakukan pembinaan keagamaan. Treatment ini menghasilkan 75% keberhasilan.



0 komentar:

Posting Komentar