Get me outta here!

Jumat, 02 Juli 2021

Catatan Belajar #6 | Logika | Pertemuan ke-9

 Logika

Logika adalah berucap atau berkata menurut arti dari kata bahasa arabnya, yaitu "al-Mantiq" yang berasal dari kata al-nutq atau al-kalam. Kata logika juga diambil dari bahasa Yunani yaitu "logos" yang berarti akal atau pembicaraan.

Aristoteles sebagai filsuf Yunani klasik menyebut logika dengan menggunakan kata "al-Tahilat" untuk menunjukan apa yang disebut logika saat ini, beliau adalah peletak pertama ilmu logika. 

Logika adalah ilmu yang menjelaskan hukum-hukum atau prinsip-prinsip umum yang ada pada pemikiran manusia tanpa memperhatikan objek pemikiran itu, atau ilmu yang menetapkan kaidah-kaidah umum yang dipenuhi manusia untuk melindungi pikirannya dari kesalahan apapun dengan objek yang dibicarakannya.

Ibnu Sina pernah mengatakan logika adalah ilmu yang diketahui dengannya bentuk-bentuk peralihan dari hal-hal yang sudah ada di dalam pikiran manusia kepada hal-hal yang belum diketahui. Serta syarat-syaratnya sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam pemikiran. Al-Farabi juga terkadang memperlakukan logika sebagai salah satu ilmu filosofis dan bukan sekedar pengantar. 

Ilmu logika adalah ilmu yang berisi kaidah-kaidah yang dapat melindungi manusia dari pemikiran yang salah dan dapat membimbing manusia berpikir secara benar dan tidak keliru. kekeliruan dalam berbicara ini biasa disebut dengan fallasi, yaitu penyimpangan kaidah-kaidah dalam pembicaraan manusia.

Jumat, 25 Juni 2021

Catatan Belajar Pertemuan ke-4 | Logika

 

Sesat Pikir (Fallacy)

Fallasi atau sesat pikir adalah suatu kekeliruan dalam berbicara atau berargumen karena memiliki kekuatan untuk memenangkan suatu argumen tetapi dengan penalaran yang salah atau kesimpulan tidak didukung oleh bukti yang kuat. Kalimat fallasi bisa dianggap valid tapi tetap tidak memenuhi peraturan kaidah percakapan antar manusia.

Para filsuf terus-menerus menggunakan kata fallacy. Bagi mereka, fallacy adalah penalaran yang sampai pada kesimpulan tanpa bukti yang mendukungnya. Ini mungkin ada hubungannya dengan logika murni, dengan asumsi dimana argumen itu didasarkan pada kata-kata, atau dengan cara bagaimana kata-kata digunakan, terutama jika mereka tidak memiliki arti yang sama persis di seluruh argumen. Ada banyak kekeliruan klasik yang terjadi berulang kali selama berabad-abad dan di mana-mana di dunia. Kita mungkin pernah mendengar tentang fallacy "Genetic Fallacy", fallasi "Begging The Question", fallasi "Hasty Generalization", fallasi ini sering secara tidak sengaja kita gunakan untuk memenangkan suatu argumen percakapan dengan lawan bicara kita sehari-hari. Lihatlah fallasi-fallasi tersebut dan kita akan kesal terhadap kekeliruan-kekeliruan yang berasal dari fallasi ini.

Minggu, 20 Juni 2021

Catatan Belajar #4 | Logika | Pertemuan 8

Logika, Filsafat, Sains, Dan Teknologi

 

Materi perkuliahan ini dijelaskan dari artikel ini https://santrishabran.net/tiga-hal-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-manusia-dan-teknologi/ yang ditulis oleh Dosen pengampu mata kuliah Logika yaitu Bapak Ahmad Fadhil. Setelah saya membaca artikel tersebut banyak pengetahuan yang saya dapatkan. Artikel ini juga ditulis dengan gaya penulisan yang mudah dimengerti.

Ada 3 hal yang dibahas dalam artikel tersebut. Pertama, manusia adalah binatang yang logis. Kita semua tentu tidak asing dengan kalimat tersebut karna jika dipahami secara utuh manusia memang benda bergerak yang dapat berkembang biak dan tumbuh layaknya binatang tetapi dengan akal pikiran yang membuat manusia sangat berbeda dengan makhluk lainnya.

Yang kedua yaitu semua manusia adalah filsuf. Setelah membaca dan memahami bagian ini saya semakin mengerti bahwa pikiran filsafat manusia inilah yang membuat ilmu dan pengetahuan berkembang menjadi sains dan teknologi. Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti apa yang sebenarnya ada di dalam kepala manusia? Mengapa kita hidup? Apa yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya? Inilah cara kita berfilsafat, melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang nantinya akan membuat manusia lebih berpikir dan melakukan tindakan untuk memuaskan rasa penasarannya tersebut.

Yang ketiga adalah pentingnya semangat menambah pengetahuan. Setelah mengetahui bahwa perbedaan manusia dengan makhluk lainnya adalah manusia bisa berpikir, dari pikiran itulah muncul pertanyaan-pertanyaan filsafat yang membuat manusia memiliki pengetahuan. Masalah-masalah yang timbul akibat munculnya pertanyaan filsafat ini bisa diatasi dengan adanya pengetahuan. Maka dari itulah sangat penting menjaga semangat menambah pengetahuan karena ilmu pengetahuan bisa menyingkap hal-hal yang sebelumnya tidak diketahui.


Sabtu, 05 Juni 2021

ESSAY #3 | LOGIKA FALLASI | GENETIC FALLACY

 Genetic Fallacy


Fallasi genetik adalah kekeliruan ketidakrelevanan yang hanya didasarkan pada sejarah, asal, atau sumber seseorang atau sesuatu daripada makna atau konteksnya saat ini. Fallasi ini mengabaikan perbedaan yang ditemukan di situasi sekarang, biasanya mentransfer penghargaan positif atau negatif dari konteks sebelumnya.

Oleh karena itu, fallasi ini gagal menilai klaim berdasarkan kemampuannya. Kriteria pertama dari sebuah argumen yang baik adalah bahwa premis-premis tersebut harus berkaitan dengan kebenaran atau kepalsuan dari klaim yang bersangkutan. Catatan genetik dari suatu masalah mungkin benar, dan mereka dapat membantu menjelaskan alasan mengapa masalah tersebut mengambil bentuknya yang sekarang, tetapi mereka tidak konklusif dalam menentukan manfaatnya.

Fallasi ini biasanya digunakan untuk kepentingan marketing, banyak kalimat fallasi genetik yang digunakan di iklan-iklan untuk menarik perhatian. Fallasi genetik ini sering menimbulkan hoax karena penerima argumen tidak berpikir panjang dan langsung menerima pernyataan tersebut.

Contoh dari fallasi genetik adalah “Bill Gates drop out dari kampus bisa sukses, kuliah itu tidak penting” dari contoh kalimat ini terjadi kekeliruan yg didasarkan pada seseorang. Banyak hal yang tidak relevan dari kalimat tersebut. Inilah pentingnya mempertimbangkan kebenaran dari suatu klaim, carilah informasi yang valid dari pernyataan tersebut dan lakukan riset apakah klaim tersebut pas dengan keadaan diri kita sendiri.

Contoh lain dari fallasi genetik adalah

“Kakak laki-laki saya mengatakan kepada saya bahwa anak laki-laki tidak bisa dipercaya, dan saya percaya padanya.”

“Dokter saya kelebihan berat badan, jadi saya tidak percaya apapun yang dia katakan tentang meningkatkan kesehatan saya.”

Bagi orang yang sudah memiliki pola pikir seperti ini, merasa dirinya lebih tinggi dan tidak menerima pengetahuan atau informasi dari orang lain, orang seperti ini sesungguhnya sudah memiliki pikiran yang sesat. Ini adalah contoh sesat yang negatif. Namun, kita harus terus berusaha meminimalkan kesalahan ini dengan terus belajar dan berlatih mencerna konten dengan objektif. Apabila anda dapat berpikir secara rasional, maka niscaya anda akan memperoleh kesuksesan dalam pekerjaan anda.


ESSAY #2 | LOGIKA FALLASI | HASTY GENERALIZATION

 

Hasty Generalization Fallacy

Hasty Generalization atau generalisasi tergesa-gesa adalah kekeliruan di mana kesimpulan yang dicapai tidak dibenarkan secara logis oleh bukti yang cukup atau tidak bias. Ini juga disebut sampel yang tidak mencukupi, generalisasi yang salah, generalisasi yang bias, melompat ke kesimpulan, dan pengabaian kualifikasi.

Kekeliruan generalisasi yang tergesa-gesa kadang disebut kekeliruan generalisasi yang berlebihan. Pada dasarnya hasty generalization itu mengklaim berdasarkan bukti yang terlalu kecil. Anda tidak dapat membuat klaim dan mengatakan bahwa sesuatu itu benar jika Anda hanya memiliki satu atau dua contoh sebagai bukti. Atau menarik kesimpulan berdasarkan ukuran sampel yang kecil, daripada melihat statistik yang jauh lebih sesuai dengan situasi yang sama.

Generalisasi secara keseluruhan, tergesa-gesa atau tidak, sangat bermasalah. Meski begitu, ukuran sampel yang besar tidak akan selalu membuat lolos. Sampel yang akan digeneralisasi harus mewakili populasi secara keseluruhan, dan harus acak. Misalnya, jajak pendapat menjelang pemilihan presiden 2016 kehilangan segmen populasi yang akhirnya memilih Donald Trump dan dengan demikian meremehkan pendukungnya dan potensi dampaknya terhadap pemilihan. Lembaga survei tahu perlombaan akan dekat, namun, dengan tidak memiliki sampel yang representatif untuk menggeneralisasi hasil, mereka salah.

Sampel S diambil dari populasi P.

Sampel S adalah bagian yang sangat kecil dari populasi P.

Kesimpulan C diambil dari sampel S dan diterapkan pada populasi P.

Contoh :

Ayah saya merokok empat bungkus sehari sejak usia empat belas tahun dan hidup sampai usia enam puluh sembilan tahun. Karena itu, merokok benar-benar tidak seburuk itu bagi seseorang.

Penjelasan: Sangat tidak masuk akal (dan berbahaya) untuk menarik kesimpulan universal tentang risiko kesehatan dari merokok dengan studi kasus satu orang.

Jangan mendasarkan keputusan pada ukuran sampel kecil ketika ada data yang jauh lebih andal.

ESSAY #1 | LOGIKA FALLASI | BEGGING THE QUESTION

 

Begging The Question

 

Fallasi begging the question adalah memohon pertanyaan yang berarti terjadi ketika premis argumen mengasumsikan kebenaran dengan sebuah kesimpulan, alih-alih mendukungnya dengan pernyataan yang kuat. Dengan kata lain, mengasumsikan tanpa bukti yang menguatkan, atau yang seharusnya menjelaskan bagian penting dari posisi tersebut. Begging the question juga disebut berdebat dalam lingkaran yang berputar-putar, karena alasan yang diberikan dalam argumen tersebut tidak terlalu kuat dan tidak memuaskan orang yang mendengarkannya.

Fallasi begging the question juga adalah mendukung argumen mengklaim dengan premis yang menyatakan kembali atau mengandaikan klaim tersebut. Ini adalah upaya untuk membuktikan proposisi sekaligus menerima proposisi begitu saja agar argumen bisa diterima begitu saja.

Segala bentuk argumen di mana kesimpulan diasumsikan di salah satu premis. Banyak orang menggunakan frasa "mengemis pertanyaan" secara tidak benar ketika mereka menggunakannya untuk mengartikan, "mendorong seseorang untuk mengajukan pertanyaan". Itu bukan penggunaan yang benar. Mengemis pertanyaan adalah bentuk penalaran yang berputar-putar yaitu jenis penalaran di mana proposisi didukung oleh premis, yang didukung oleh proposisi. menciptakan lingkaran dalam penalaran di mana tidak ada informasi berguna yang dibagikan. Fallasi begging the question ini seringkali dianggap humoris.

Contoh:

“Aktivitas paranormal itu nyata karena saya pernah mengalami apa yang hanya bisa digambarkan sebagai aktivitas paranormal.”

Penjelasan:  Klaim, "aktivitas paranormal itu nyata" didukung oleh premis, "Saya telah mengalami apa yang hanya dapat digambarkan sebagai aktivitas paranormal." Premis mengandaikan, atau mengasumsikan, bahwa klaim, "aktivitas paranormal itu nyata" sudah benar.

John: "Mengapa kamu tidak memasukkan puisi Lorena dalam publikasi siswa?" Anne: "Karena dinilai tidak cukup layak untuk dipublikasikan."

Penjelasan: Pertanyaan John dijawab oleh Anne dengan pengulangan atau pengandaian dari pertanyaan tersebut. Puisi Lorena tidak dipublikasikan karena tidak layak dipublikasika. Ini penalaran yang berputar-putar dan tidak ada informasi yang berguna.

Begitulah Fallasi begging the question bekerja, dimana yang dimaksud dari begging question adalah mengemis pertanyaan karena argumen yang diberikan tidak memuaskan dan tidak memberi informasi apapun.

Sabtu, 10 April 2021

Catatan Belajar #2 | Logika | Pertemuan ke-5



 Thinking Skills

Metode Enam Topi Berpikir (Six Thinking Hats) adalah teknik pengajaran sederhana yang memberikan kerangka bagi individu untuk berkembang dan mengatur pemikiran mereka untuk memastikan bahwa masalah ditangani dari berbagai perspektif. 

Metode enam Topi Berpikir (Six Thinking Hats) ialah suatu tata cara berpikir yang diciptakan oleh Dr. Edward De Bono. Edward De Bono merupakan seseorang ahli dalam mengajarkan keahlian berpikir. Edward De Bono seorang ahli terkemuka dalam mengajarkan keahlian berpikir serta penggagas konsep berpikir lateral kemudian meningkatkan teknik- teknik resmi tersebut menjadi metode kreatif. Dalam bukunya yang bertajuk“ Revolusi Berpikir”( 2007) pada tahun 1993 menggambarkan tata cara berpikir kreatif yakni metode enam Topi Berpikir. Dalam buku ini, De Bono memusatkan pemikir untuk berpikir dalam satu jalan ataupun bisa disebut berpikir paralel. 

Titik fokus dari teknik enam topi berpikir adalah mengarahkan proses berpikir ke dalamnya enam area terpisah, satu per satu, yang memfasilitasi pemikiran terfokus. Enam topi berwarna sesuai dengan gaya berpikir atau perilaku yang berbeda. Peran warna yang penting kehidupan manusia digunakan dalam teknik ini (De Bono, 1999). 

  • Putih (Netralitas, Pikiran tentang fakta)
Fakta, angka-angka, informasi. Informasi apa yang kita punya? Informasi apa yang perlu kita cari? Ini mendorong pemikir untuk memisahkan apa itu fakta dan apa penafsiran. Semakin banyak informasi yang dimiliki orang, semakin baik pemikiran mereka menjadi dan lebih tepat tindakan mereka (De bono. 1999).
  • Kuning (Optimis, pikiran aspek positif dari suatu topik) 
Warna kuning melambangkan sinar matahari dan optimisme, berfokus pada identifikasi nilai, keuntungan atau manfaat dalam sesuatu. Orang-orang memakai topi kuning untuk menemukan cara memecahkannya masalah; karena mereka optimis. Mereka kreatif saat memakainya topi kuning mereka. Pemikiran mereka berkisar pada bagaimana hal itu dapat dilakukan untuk dinikmati keuntungan-keuntungan. Tanpa topi kuning, kreativitas hampir mustahil karena kami tidak akan pernah melihat manfaat dari ide yang muncul.
  • Hitam (Kritis, menghakimi dan memikirkan hal-hal negatif aspek suatu topik)
Topi hitam adalah dasar dalam berpikir kritis. Berpikir kritis adalah berpikir dengan menilai baik dan buruk. Mengkritik dengan cara yang membangun. Penggunaan topi hitam yang berlebihan dapat menyebabkan Sinisme yang tidak sehat di mana orang-orang tampaknya hanya mencari-cari kesalahan dalam segala hal.
  • Merah (Emosi, perasaan, dan intuisi)
Topi merah dapat dikatakan sebagai lawan dari topi putih. Logika tidak diperlukan. Terlalu sering kita biarkan emosi kita membuat keputusan kita. Topi merah memberi kita konteks terpisah untuk menyatakan perasaan kita yang sebenarnya dan kemudian mengeksplorasi implikasinya. Bagaimana perasaan saya tentang hal ini sekarang? 
  • Hijau (Kreativitas, Ide Baru, Brainstorming dan Prediksi)
Topi hijau melambangkan pemikiran kreatif. Ini memberi lampu hijau untuk menghasilkan alternatif dan mengeksplorasi ide. Pemikir topi hijau akan berkata, “Kita perlu mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru ”(Malone, 2003). Manfaat untuk topi hijau antara lain eksplorasi, usul dan saran, alternatf, ide-de baru, provokasi, aksi dan energi.
  • Biru (Refleksi, Pengontrol proses berpikir)
Topi biru adalah pandangan menyeluruh yang mengontrol proses. Topi biru mencakup hal-hal sebagai berikut. a) Di mana posisi kita sekarang? b) Apa langkah selanjutnya? c) Simpulan d) Pengamatan dan komentar (De Bono, 2007:95-117).

Dengan menggunakan enam topi berpikir kita mampu menghasilkan informasi yang lebih spesifik dan banyak informasi. Topi-topi tersebut telah membantu kita mengatur pemikiran kita dan mengungkapkan pikiran mereka secara ekplisit. Topi adalah alat untuk membantu memfokuskan pemikiran dan memeriksa sudut pandang lain. kita juga bisa menggunakan enam topi berpikir untuk:
  1. Menyelesaikan masalahh
  2. Topik diskusi
  3. Membuat perbandingan
  4. Menjelajahi alternatif
  5. Membuat keputusan
  6. Menarik kesimpulan
  7. Menciptakan ide baru
  8. Membuat penilaian
  9. Mengevaluasi ide
  10. Brainstroming



Sumber 
  • Education India Journal: A Quarterly Refereed Journal of Dialogues on Education, ISSN 2278- 2435, Vol. 4, Issue-4, November-2015.
  • LITERASI, Jurnal Ilmiah Pend. Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Vol.7, No.1, Januari 2017

Jumat, 09 April 2021

Catatan Belajar #3 | Logika | Pertemuan ke-6

 



ILMU, INDIKASI, DAN KATA

Pengetahuan

Pengetahuan atau knowledge menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengetahuan berarti segala sesuatu yang diketahui; kepandaian: atau segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran). 
Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui yang diperoleh dari persentuhan panca indera terhadap objek tertentu. Pengetahuan pada dasarnya merupakan hasil dari proses melihat, mendengar, merasakan, dan berfikir yang menjadi dasar manusia dan bersikap dan bertindak. Pengetahuan yaitu suatu dugaan yang muncul di pikiran sesudah merasakan sesuatu dari panca indera.

Asas pikiran terbagi menjadi 3 :
  • Asas Identitas : Menyatakan bahwa segala sesuatu itu adalah sesuatu itu sendiri bukan yang lainnya. Contohnya, jika dia adalah A, maka A adalah dia buka B, C, atau D.
  • Asa Kontradiksi : Menyatakan bahwa pengingkaran sesuatu tidak mungkin sama dengan pengakuannya. Apabila kita mengakui bahwa sesuatu itu bukan A maka tidak mungkin pada saat itu ia adalah A. Contohnya, A = B = bukan B atau A = B = -B Lantai ini kotor sekali dan sangat bersih. Saya tidak punya uang dan punya uang banyak.
  • Asas penolakan kemungkinan ketiga : Menyatakan bahwa suatu pernyataan selalu dalam keadaan benar atau salah. Menyatakan bahwa antara pengakuan dan pengingkaran kebenarannya terletak pada salah satunya. Segala sesuatu haruslah positif atau negatif. Contohnya, A mesti B atau bukan B A =B atau –B Meja ini hitam dan meja ini tidak hitam

Indikasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), indikasi berarti tanda-tanda yg menarik perhatian; petunjuk mempunyai petunjuk (tanda-tanda). Indikasi yaitu mengetahui sesuatu dikarenakan mengetahui sesuatu yang lain. 

Kata

Kata  merupakan satuan bahasa yang mempunyai arti atau satu pengertian. Dalam bahasa Indonesia kata adalah satuan bahasa terkecil yang mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam suatu kalimat. 

Kata positif, negatif, dan privatif.
• Kata positif: menegaskan adanya sesuatu.
Contoh: gemuk, kaya, pandai, terang.

• Kata negatif: menegasikan adanya sesuatu.
Contoh: tidak gemuk, tak kaya, bukan pandai, tidak terang.

• Kata privatif: menegaskan tidak adanya sesuatu.
Contoh: kurus, miskin, bodoh, gelap.

Kata universal, partikular, singular, dan kolektif

• Kata universal: mengikat keseluruhan cakupannya tanpa kecuali.
Contoh: manusia, seluruh manusia.

• Kata partikular: mengikat tidak keseluruhan cakupannya karena adanya pembatasan.
Contoh: sebagian manusia.

• Kata singular: mengikat satu cakupan saja.
Contoh: Ahmad.

• Kata kolektif: mengikat sejumlah cakupan yang mempunyai kesamaan fungsi.
Contoh: regu.

Sabtu, 27 Maret 2021

CATATAN BELAJAR #1 | LOGIKA | PERTEMUAN KE-3



Sejarah Ilmu Logika

Menurut wikipedia, Logika diawali semenjak Thales (624 SM- 548 SM), seorang filsuf Yunani pertama yang meninggalkan seluruh dongeng, takhayul, serta cerita- cerita isapan jempol serta berpaling kepada ide budi untuk membongkar rahasia alam semesta.

Pada masa Yunani pemberi hukum tentang pemikiran yang sangat popular merupakan Aristoteles. Karya- karya logis hasil pemikirannya disebut organon (fasilitas untuk berpikir). 

Banyak bermunculan orang-orang yang menulis tentang logika sesudah Aristoteles, semacam Yohanes dari S. Thomas pada abad ke- 16 menulis penafsiran tentang logika yaitu Curcus Philosopichus serta memberi asumsi terhadap tulisan Aristoteles. 


Sejarah logika mendokumentasikan perkembangan logika seperti yang terjadi dalam berbagai budaya dan tradisi dalam sejarah. Sementara banyak budaya telah menggunakan sistem penalaran yang rumit, logika sebagai analisis eksplisit dari metode penalaran menerima pengembangan berkelanjutan awalnya hanya dalam tiga tradisi: Cina, India dan Yunani. Meskipun tanggal pastinya tidak pasti, terutama dalam kasus India, ada kemungkinan bahwa logika muncul di ketiga masyarakat pada abad keempat SM. Gagasan tentang sistem penalaran dan logika, bagaimanapun, cukup tidak tepat sehingga berbagai jawaban atas pertanyaan tentang apa itu dan bagaimana mereka harus dipahami telah diberikan. Perlakuan canggih formal logika modern turun dari tradisi Yunani, tetapi tidak sepenuhnya datang melalui Eropa, melainkan berasal dari transmisi logika Aristoteles dan komentar atasnya oleh para filsuf Islam untuk ahli logika di Eropa Abad Pertengahan.










Jumat, 12 Maret 2021

Catatan Belajar #1 | Logika | Pertemuan ke-1



 Assalamu'alaikum Wr. Wb

Nama saya Annida Fitriani seorang mahasiswa semester 4 jurusan Bimbingan Konseling Islam. Pada mata kuliah logika ini saya akan membuat catatan belajar setelah tiap pertemuan kuliah dengan dosen pengampu saya yaitu Bapak Ahmad Fadhil.

Pada tanggal 9 Maret 2021, pertemuan pertama di semester 4, mata kuliah Logika hanya membahas tentang kontrak belajar dan mekanisme tugas yang harus diselesaikan dalam satu semester ini. 

Tujuan mata kuliah logika

- Mengetahui pengertian ilmu logika, objek kajiannya, manfaat mempelajarinya, sejarahnya, dan hubungannya dengan ilmu lain.

- Memhami pengertian, jenis, dan contoh fallasi.

- Memahami pengertian ilmu, indikasi, term, dan definisi, serta klasifikasi dan contohnya.

- Memahami pengertian, klasifikasi, dan contoh silogisme dan argumentasi.

- Menghargai khazanah ilmu logika dari zaman ke zaman.

- Mengapresiasi sikap hidup yang logis.

- Mampu mengidentifikasi, tidak terjebak oleh, dan tidak menggunakan fallasi.

- Mampu mengidentifikasi dan menggunakan kalimat dan argumentasi yang logis.


Tugas

- Membuat 6 catatan tatap muka.

- UTS dalam bentuk kuis.

- Membuat 3 essay tentang 3 jenis fallasi.

- UAS dalam bentuk talkshow.


Nilai-nilai inti perkuliahan

- Menerima sesuatu yang tidak kita ketahui. Jika kita menganggap diri kita sudah tahu segalanya, kita tidak akan dapat belajar dan sulit menerima pendapat orang lain.

- Memiliki adab ketika mendengarkan, berpendapat, dan berargumentasi sehingga semua orang senang.

- Tidak ragu, takut, atau sungkan untuk bertanya. Ketika bertanya, sebutkan nama, NIM; jurusan, kelas, mata kuliah, menyampaikan masalah to the point.

- Menuntut ilmu adalah ibadah yang paling utama. Pahala: berat sekarang, nikmat kemudian. Dosa: nikmat sekarang, berat kemudian.


Itulah kontrak belajar dari mata kuliah logika pada tanggal 9 Maret 2021.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.