Get me outta here!

Sabtu, 05 Juni 2021

ESSAY #3 | LOGIKA FALLASI | GENETIC FALLACY

 Genetic Fallacy


Fallasi genetik adalah kekeliruan ketidakrelevanan yang hanya didasarkan pada sejarah, asal, atau sumber seseorang atau sesuatu daripada makna atau konteksnya saat ini. Fallasi ini mengabaikan perbedaan yang ditemukan di situasi sekarang, biasanya mentransfer penghargaan positif atau negatif dari konteks sebelumnya.

Oleh karena itu, fallasi ini gagal menilai klaim berdasarkan kemampuannya. Kriteria pertama dari sebuah argumen yang baik adalah bahwa premis-premis tersebut harus berkaitan dengan kebenaran atau kepalsuan dari klaim yang bersangkutan. Catatan genetik dari suatu masalah mungkin benar, dan mereka dapat membantu menjelaskan alasan mengapa masalah tersebut mengambil bentuknya yang sekarang, tetapi mereka tidak konklusif dalam menentukan manfaatnya.

Fallasi ini biasanya digunakan untuk kepentingan marketing, banyak kalimat fallasi genetik yang digunakan di iklan-iklan untuk menarik perhatian. Fallasi genetik ini sering menimbulkan hoax karena penerima argumen tidak berpikir panjang dan langsung menerima pernyataan tersebut.

Contoh dari fallasi genetik adalah “Bill Gates drop out dari kampus bisa sukses, kuliah itu tidak penting” dari contoh kalimat ini terjadi kekeliruan yg didasarkan pada seseorang. Banyak hal yang tidak relevan dari kalimat tersebut. Inilah pentingnya mempertimbangkan kebenaran dari suatu klaim, carilah informasi yang valid dari pernyataan tersebut dan lakukan riset apakah klaim tersebut pas dengan keadaan diri kita sendiri.

Contoh lain dari fallasi genetik adalah

“Kakak laki-laki saya mengatakan kepada saya bahwa anak laki-laki tidak bisa dipercaya, dan saya percaya padanya.”

“Dokter saya kelebihan berat badan, jadi saya tidak percaya apapun yang dia katakan tentang meningkatkan kesehatan saya.”

Bagi orang yang sudah memiliki pola pikir seperti ini, merasa dirinya lebih tinggi dan tidak menerima pengetahuan atau informasi dari orang lain, orang seperti ini sesungguhnya sudah memiliki pikiran yang sesat. Ini adalah contoh sesat yang negatif. Namun, kita harus terus berusaha meminimalkan kesalahan ini dengan terus belajar dan berlatih mencerna konten dengan objektif. Apabila anda dapat berpikir secara rasional, maka niscaya anda akan memperoleh kesuksesan dalam pekerjaan anda.


0 komentar:

Posting Komentar