Genetic Fallacy
Fallasi
genetik adalah kekeliruan ketidakrelevanan yang hanya didasarkan pada sejarah,
asal, atau sumber seseorang atau sesuatu daripada makna atau konteksnya saat
ini. Fallasi ini mengabaikan perbedaan yang ditemukan di situasi sekarang,
biasanya mentransfer penghargaan positif atau negatif dari konteks sebelumnya.
Oleh
karena itu, fallasi ini gagal menilai klaim berdasarkan kemampuannya. Kriteria
pertama dari sebuah argumen yang baik adalah bahwa premis-premis tersebut harus
berkaitan dengan kebenaran atau kepalsuan dari klaim yang bersangkutan. Catatan
genetik dari suatu masalah mungkin benar, dan mereka dapat membantu menjelaskan
alasan mengapa masalah tersebut mengambil bentuknya yang sekarang, tetapi
mereka tidak konklusif dalam menentukan manfaatnya.
Fallasi
ini biasanya digunakan untuk kepentingan marketing, banyak kalimat fallasi
genetik yang digunakan di iklan-iklan untuk menarik perhatian. Fallasi genetik
ini sering menimbulkan hoax karena penerima argumen tidak berpikir panjang dan
langsung menerima pernyataan tersebut.
Contoh
dari fallasi genetik adalah “Bill Gates drop out dari kampus bisa sukses,
kuliah itu tidak penting” dari contoh kalimat ini terjadi kekeliruan yg
didasarkan pada seseorang. Banyak hal yang tidak relevan dari kalimat tersebut.
Inilah pentingnya mempertimbangkan kebenaran dari suatu klaim, carilah
informasi yang valid dari pernyataan tersebut dan lakukan riset apakah klaim
tersebut pas dengan keadaan diri kita sendiri.
Contoh
lain dari fallasi genetik adalah
“Kakak
laki-laki saya mengatakan kepada saya bahwa anak laki-laki tidak bisa
dipercaya, dan saya percaya padanya.”
“Dokter
saya kelebihan berat badan, jadi saya tidak percaya apapun yang dia katakan
tentang meningkatkan kesehatan saya.”
Bagi
orang yang sudah memiliki pola pikir seperti ini, merasa dirinya lebih tinggi
dan tidak menerima pengetahuan atau informasi dari orang lain, orang seperti
ini sesungguhnya sudah memiliki pikiran yang sesat. Ini adalah contoh sesat
yang negatif. Namun, kita harus terus berusaha meminimalkan kesalahan ini
dengan terus belajar dan berlatih mencerna konten dengan objektif. Apabila anda
dapat berpikir secara rasional, maka niscaya anda akan memperoleh kesuksesan
dalam pekerjaan anda.
0 komentar:
Posting Komentar