Get me outta here!

Rabu, 23 Maret 2022

STUDY KASUS KONSELING BERKEBUTUHAN KHUSUS #4 | TUNAGRAHITA



1. Identitas

    Nama        : Christian Husein Sitompul

    Ayah        : Ruhut Sitompul


2. Kehidupan Pribadi

Christian merupakan anak yang istimewa, ia merupakan penyandang tunagrahita. Dengan keistimewaannya itu, Christian mampu menunjukkan bakatnya yang luar biasa ke khalayak umum. Christian Husein Sitompul adalah putra dari Ruhut Sitompul dan Anna Rudhiantiana Legawati. Namun, bukannya disayang, Ruhut bahkan tak mengakui Christian sebagai anak.

Beruntung Christian mempunyai seorang ibu berhati malaikat. Anna yang membesarkan Christian dengan penuh cinta akhirnya dibuat menangis bangga oleh anaknya tersebut. Christian berhasil memenangkan medali emas pada National Games Special Olympics Singapore. Christian ingin membuktikan bahwa dengan keterbatasannya itu, ia masih mampu membuat orang tua bangga. 

3. Kehidupan Sosial

Christian merupakan anak yang cukup ceria, walaupun hidup tanpa sang ayah yang mendampingi, ia tumbuh dengan kasih sayang penuh dari ibunya. 


4. Keluarga 

Christian hidup dengan ibunya setelah perceraian yang terjadi pada orang tuanya dan ayah yang tidak mengakuinya sebagai anak, Christian Husein Sitompul adalah putra dari Ruhut Sitompul dan Anna Rudhiantiana Legawati.. 

    

     

Rabu, 16 Maret 2022

STUDY KASUS KONSELING BERKEBUTUHAN KHUSUS #4 | TUNARUNGU

 Anna Cannings Penyandang Tunanetra




PROFIL

1. Pribadi

Anna Cannings adalah aktris tunanetra, motivator sekaligus seorang model dari Sussex, Inggris selama lebih dari 20 tahun. Ia terkenal setelah penampilannya sebagai Della Winn dalam drama kriminal BBC Strike. 

Anna terlahir dengan kondisi mata langka yang disebut Bilateral Microphthalmia, bilateral yang berarti kedua mata dan Microphthalmia yang berarti mata kecil yang tidak normal. Ia adalah penyandang tunanetra total pertama di Sussex yang masuk ke sekolah umum dan masuk industri hiburan.

Dia adalah anak buta total pertama di Sussex yang bersekolah di sekolah umum dan diperkenalkan ke industri media setelah membintangi film dokumenter pendek RNIB pada usia sembilan tahun. Selain penampilannya di Strike, Anna memiliki peran tamu dalam drama komedi ITV William and Mary dan drama medis BBC Bodies. Dia juga tampil dalam drama hari Tahun Baru 2015 BBC, Esio Trot.

2. Sosial

Anna bersekolah di sekolah dasar Kristen dan diterima sepenuhnya di sana. Tetapi integrasi jauh lebih sulit di masa remaja saya ketika Anna berjuang dengan beberapa mata pelajaran, seperti PE dan matematika. Anna juga merasa lebih sulit untuk berteman.

3. Karir

Ia mendapat kesempatan membintangi film awalnya dari koresponden penyandang disabilitas BBC, Peter White, bukan melalui RNIB (Royal National Institute of Blind People, merupakan badan amal Inggris Raya yang menawarkan informasi, dukungan, dan nasihat kepada hampir dua juta orang di Inggris yang mengalami gangguan penglihatan). 

Saat itu ibunya mengikuti program Peter's Radio 4 In Touch setelah Anna lahir dan membahas tentang sikap orang terhadap kebutaan. Saat itu Peter menghubungi ibunya saat badan amal tersebut mencari anak tunanetra di tahap akhir pendidikan dasar terintegrasi. Ketika itu integrasi belum umum, sehingga ia mengambil kesempatan tersebut untuk membahas dari pendekatan integrasi. Sejak itu ia banyak terpapar media. 

Anna mengikuti banyak kursus singkat melalui Actors Center yang ia mendapatkan rekomendasi dari sutradara TV Matthew Evans, yang bekerja dengannya pada tahap paling awal dalam karir akting. Ia menjalani lokakarya casting, pelatihan aksen dan dialek, serta pelajaran menyanyi.


Pendekatan yang digunakan pada Permasalahan yang dialami oleh Konseli

Sebagaian besar penyandang tunanetra, baik itu low vision dan buta total diperoleh informasi bahwa mereka merasa minder dengan keadaan fisiknya, merasa pesimis terhadap kemampuannya, merasa canggung menghadapi aturan, sulit berbaur di lingkungan lebih luas, emosi yang labil serta merasa kesulitan dalam memahami pembelajaran. Salah satu contoh dalam mengikuti pembelajaran yaitu penyandang tunanetra yang memiliki nilai akademik rendah menganggap dirinya tidak mampu belajar dengan optimal dan mereka merasa gagal membangun hubungan sosial yang baik dikarenakan keadaan fisiknya.

Anak Tuna Netra cenderung memiliki masalah dalam pendidikan, sosial, emosi, kesehatan, dalam permasalahan ini kita perlu antisipasi dengan cara konselor memberikan pelayanan pendidikan, arahan, bimbingan, latihan dengan memberikan kesempatan bagi anak tersebut, sehingga permasalahan yang mungkin akan timbul nantinya dapat di atasi sendiri dengan sedini mungkin.

Proses pendekatan layanan yang sesuai dengan konseling ini yaitu layanan orientasi yang bertujuan untuk dapat memahami lingkungan sekolah yang ada di sekitar dia yang baru dimasuki. Hal ini dapat mempermudah dan mempelancar anak itu dalam adanya lingkungan yang baru, kegiatan orientasi ini  memungkinkan bisa anak tuna netra mengetahui dengan posisi tujuan lalu obyek yang ada di sekitarnnya lalu dapat memungkinkan serta mengetahui cara bagaimana anak tersebut untuk mencapai tujuan obyek itu. 

Melakukan Asesmen 

Proses asesmen secara garis besar dapat meliputi kegiatan penentuan area atau hal-hal yang akan diases sesuai dengan kebutuhan atau masalahnya, mengumpulkan data yang relevan berdasarkan latar belakangnya, melakukan asesmen, menyatukan data dan menginterpretasi, mementukan strategi untuk intervensi, dan mengevaluasi kemajuan.

Dalam peran ini beberapa kegiatan yang harus dilakukan adalah: 

  • Melakukan asesmen fungsi penglihatan 
  • Mendapatkan dan menginterprestasikan laporan medis 
  • Memberikan masukan untuk IEP 
  • Memberikan rekomendasi untuk pelayanan yang tepat 
  • Memberikan rekomendasi hal-hal yang dievaluasi 
  • Membantu melakukan evaluasi kepada profesi lain 
  • Membantu memutuskan penempatan siswa Berpartisipasi dalam proses asesmen



Sumber 

Oktavia, E., Zikra, Z., & Nurfarhanah, N. (2016). Konsep Diri Penyandang Tunanetra dan Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling. Konselor, 5(4), 229. https://doi.org/10.24036/02016546559-0-00

https://disabilityhorizons.com/2020/12/anna-cannings-blind-actress-who-stars-in-bbc-crime-drama-strike/#:~:text=Anna%20Cannings%20is%20a%20blind,spans%20more%20than%2020%20years. diakses pada 16 Maret 2022

https://www.liputan6.com/disabilitas/read/4429822/aktris-tunanetra-beranilah-mengungkapkan-pendapat-jika-itu-membuatmu-tidak-nyaman diakses pada 16 Maret 2022


Rabu, 09 Maret 2022

STUDY KASUS KONSELING BERKEBUTUHAN KHUSUS #4 | Tunarungu

 STUDY KASUS (Kepribadian Tunarungu)


Profil Keluarga Tunarungu di Bungus Teluk Kabung

Berdasarkan studi pendahuluan yang ditulis dalam jurnal, penulis menemukan sebuah keluarga yang semua anggota keluarganya mengalami hambatan pendengaran serta tinggal di tempat terpencil, tanpa listrik, memasakpun masih menggunakan kayu bakar dan jarak rumahnya jauh dari rumah warga lainnya. Mereka hidup dirumah kayu sederhana yang jauh dari keramaian, untuk menuju rumah warga terdekatpun mereka harus melewati pematang sawah dan sungai kecil yang jaraknya sekitar 10 meter.

Keluarga ini memiliki tujuh anggota keluarga, diantaranya orang tua yang lengkap (ayah dan ibu tunarungu) dan lima orang anak yang semuanya mengalami hambatan pendengaran. Ayahnya bekerja sebagai penjemur padi di Heller orang dan ibunya bekerja sebagai buruh tani kadang membantu suaminya bekerja, sedangkan empat orang anak yang lainnya sedang menempuh dunia pendidikan diantaranya satu orang anak bersekolah di SD Reguler tanpa GPK dan tiga orang bersekolah di jenjang SMPLB di Bungus teluk kabung, serta 1 orang anak lagi masih berusia 4 tahun.

Profil Ayah

Nama            : LM

Umur            : 51 Tahun

Pekerjaan      : Buruh Tani atau tukang jemur padi di heler milik orang lain,

Lm bekerja sangat giat dan rajin, hal ini dilihat dari catatan wawancara 6 dengan pemilik heler tempat Lm bekerja. Lm adalah anak ke 2 dari 8 bersaudara, dari 8 saudara Lm ada satu lagi saudara yang juga mengalami hambatan pendengaran yaitu adik bungsunya. Lm adalah pribadi yang murah senyum dan rajin beribadah, walaupun disaat sedang sibuk bekerja iya tetap sholat tepat waktu.

Profil Ibu

Nama                    : MR

Umur                   : 45 Tahun

Pekerjaan       : Ibu Rumah Tangga kadang ia membantu suaminya bekerja diheler, kadang pergi mencari kayu kehutan dan ikut bekerja dengan orang lain bercocok tanam di sawah orang lain. 

Ibu Mr merupakan pribadi yang murah senyum dan sangat baik, hal ini dilihat saat CL 5, saat peneliti mulai berinteraksi dengan keluarga X, Ibu Mr merupakan seorang ibu yang hebat bagi anak-anaknya, karena walaupun mengalami hambatan pendengaran tetapi ia tetap bersikeras untuk menyekolahkan anaknya ditempat yang layak serta mampu mendidik anaknya dengan sangat baik dan berperilaku baik seperti mereka. 

Profil Anak ke-1

Nama        : EM

Umur        : 16 Tahun

Saat ini sedang belajar di salah satu SLB yang ada di bungus teluk kabung, EM adalah pribadi yang sangat berbakat dalam segi akademik maupun keterampilan, gurunya bilang, bahwa EM sangat berbakat dalam melukis dan menjahit, namun pada kemampuan akademiknya pun tidak ada masalah, ia adalah anak yang sangat berbakat dalam bidang apapun, sekarang Em sedang mengikuti pelatihan di salah satu tempat pelatihan bagi Abk untuk menunjang mengasah kemampuannya, Em mengikuti pelatihan menjahit terkhususnya pada bidang border, hasil bordirannya sangat bagus dan rapi, Em adalah pribadi yang sopan dan santun kepada semua orang, ia juga kakak yang sangat baik dan peduli dengan adik-adiknya. Saat adik-adiknya bersekolah di SD Reguler, EM lah yang mengajarkan adik-adiknya membaca dan Bahasa isyarat jari yang ia dapat dari SLB. EM juga sering membuat kerajinan tangan sendiri yang ia pasarkan kepada teman-temannya

Profil Anak ke-2

Nama        : TM

Umur        : 14 Tahun

TM duduk di bangku kelas dua SMPLB di SLB Samudera Biru, TM adalah pribadi yang baik dan murah senyum seperti keluarganya yang lain, TM juga berbakat seperti kakaknya dalam bidang keterampilan seperti menjahit dan melukis. TM adalah anak yang penurut dan sopan dengan guru.

Profil Anak ke-3

Nama        : SN

Umur        : 12 Tahun

SN sekarang sedang duduk di bangku kelas 1 SMPLB. Sama dengan kakaknya SN adalah pribadi yang baik dan pekerja keras. Setelah pulang sekolah ia membantu ayahnya bekerja di heler dan saat libur pun ia habiskan untuk membantu orang taunya. SN adalah anak laki-laki tertua di keluarga ini.

Profil Anak ke-4

Nama        : FT

Umur         : 8 Tahun

FT sekarang duduk di bangku kelas II SD. FT bersekolah di SD regular yang dekat dengan rumahnya. FT adalah anak yang pemalu dan susah bergaul dengan teman-temannya. Dikarenakan usianya yang masih belia iya menjadi pribadi yang tertutup dibandingkan dengan kakak-kakaknya yang lain. FT setelah pulang sekolah lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah dibandingkan bermain dengan kawan-kawan seusianya. Disekolahpun ia duduk sendiri dan berada di bangku paling belakang. FT tidak punya teman dekat dan merasa tersisihkan dari teman-temannya. FT adalah anak yang baik dan sopan sama dengan kakak-kakanya namun karna pribadinya yang tertutup FT menjadi pribadi yang susah bergaul dilingkungannya

Profil Anak ke-5

Nama        : MT

Umur        : 4 Tahun

MT belum bersekolah dan masih tergantung kepada ibunya. MT juga mengalami hambatan pendengaran dan bicara. MT adalah pribadi yang murah senyum dan mudah dekat dengan orang lain. Karena pribadinya yang lucu membuat orangorang menjadi senang untuk dekat dengannya. Setiap bertemu orang iya selalu tersenyum dan penurut.


Keluarga X ini sangat ramah dengan semua orang, dia tidak pernah bermusuhan dengan tetangga maupun dengan siapapun. Cara tunarungu berinteraksi dengan lingkungan adalah dengan menggunakan isyarat dan oralnya, serta orang-orang disekitar pun sudah paham dengan Bahasa yang dipakai keluarga X. keluarga ini tidak pernah membeda-bedakan siapapun, mereka hidup dengan damai tanpa ada yang membencinya maupun membulynya. Mereka juga tidak pernah bertindak kasar dengan orang lain dan selalu tersenyum ketika bertemu orang lain.

Faktor yang menyebabkan ketunarunguan pada keluarga ini adalah karena faktor keturunan, hal ini dibuktikan karena salah satu keluarga dari ayahnya juga mengalami ketunarunguan. lalu didukung oleh faktor lingkungan, karena tinggal ditempat terpencil mereka jarang berkomunikasi dengan orang lain sehingga sering berkomunikasi dengan orang tuanya saja yang keduanya mengalami hambatan pendengaran. Kelima, persepsi lingkungan terhadap keluarga ini sangat baik, mereka adalah keluarga yang ramah dan sopan kepada orang lain. walaupun mengalami keterbatasan tetapi mereka tidak pernah merepotkan orang lain.  



Sumber 

Syaputri, R. Y., & Indramurni. (2021). Profil Keluarga Tunarungu di Bungus Teluk Kabung. Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education, 5(1), 10–20. https://doi.org/10.51529/ijiece.v5i1.172




Rabu, 02 Maret 2022

RESUME KONSELING BERKEBUTUHAN KHUSUS #3 | Tunanetra

 Tunanetra


1. Pengertian dan Karakteristik Tunanetra

Istilah tunanetra berasal dari kata tuna yang berarti rusak dan netra yang berarti mata. Jadi tunanetra yaitu individu yang mengalami kerusakan atau hambatan pada organ mata. Selain itu tunanetra juga diartikan sebagai seseorang yang sudah tidak mampu memfungsikan indra penglihatannya untuk keperluan pendidikan dan pengajaran walaupun telah dikoreksi dengan lensa (Cahya, 2013).

Menurut para medis, tunanetra merupakan orang yang memiliki ketajaman sentral 20/200 feet atau ketajaman penglihatannya hanya pada jarak 6 meter atau kurang, walaupun dengan menggunakan kacamata, atau daerah penglihatannya sempit sehingga jarak sudutnya tidak lebih dari 20 derajat. Sedangkan orang dengan penglihatan normal akan mampu melihat dengan jelas sampai pada jarak 60 meter atau 200 kaki (Hidayat & Suwandi, 2013).

Menurut Rudiyati (2002), anak penyandang tuna yang kehilangan informasi secara visual memiliki karakteristik sebagai berikut:

a. Rasa curiga terhadap orang lain

b. Perasaan tersinggung 

c. Verbalisme

d. Perasaan rendah diri

e. Adatan

f. Suka berfantasi

g. Berpikir kritis

h. Pemberani


2. Penyebab dan cara penanganan tunanetra

a. Pranatal (Sebelum kelahiran)

Tahap prenatal yaitu sebelum anak lahir pada saat masa anak di dalam kandungan dan diketahui sudah mengalami ketunaan. Faktor prenatal berdasarkan periodisasinya dibedakan menjadi periode embrio, periode janin muda, dan periode janin aktini.

b. Neonatal (Saat kelahiran)

Periode neonatal yaitu periode dimana anak dilahirkan. Beberapa faktornya yaitu anak lahir sebelum waktunya (prematurity), lahir dengan bantuan alat (tang verlossing), posisi bayi tidak normal, kelahiran ganda atau kesehatan bayi.

c. Postnatal (Setelah kelahiran)

Kelainan pada saat posnatal yaitu kelainan yang terjadi setelah anak lahir atau saat anak dimasa perkembangan. Pada periode ini ketunaan bisa terjadi akibat kecelakaan, panas badan yang terlalu tinggi, kekurangan vitamin, bakteri


Cara menangani tunanetra

- Ajak si kecil melakukan kegiatan dasar, tunjukkan cara berjalan dengan meraba berbagai benda yang ada di sekitarnya, sehingga anak dapat waspada ketika berjalan. 

- Manfaatkan indera-indera lainnya untuk belajar aktivitas sehari-hari. Misalnya, indera peraba untuk mengenali barang-barang yang ada di rumah, indera pendengaran untuk mengenali suara orang atau bunyi-bunyian lainnya, indera pengecapan untuk mengenali berbagai macam makanan, dan indera penciuman untuk mengenali berbagai bau-bau yang ada di sekitarnya. 

- Ajari anak untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya, dengan mengajak anak untuk berbicara mulai dari mengucapkan kata-kata yang sederhana seperti “terima kasih”, “selamat pagi/siang/sore”, dan sebagainya. Ajak anak juga untuk mengungkapkan perasaannya, baik rasa senang, sedih, marah, dan sebagainya. 

- Ajari si kecil untuk mengenal huruf Braille. Dengan demikian, ia dapat belajar membaca dan menulis dengan lebih mudah.


3. Peran lingkungan terhadap tunanetra anak

Hambatan dalam memberikan pelayan anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya anak tunanetra yang cenderung memiliki berbagai masalah baik yang berhubungan dengan pendidikan, sosial, emosi. Adanya dukungan sosial dari lingkungan sekitar seperti teman sebaya dan keluarga sangat penting. Dukungan sosial tersebut dapat menimbulkan kepercayaan diri yang tinggi terhadap inividu. Terdapat dampak rendahnya dukungan sosial yang mengacu secara negatif.


4. Studi kasus (Kepribadian Tunanetra)

Muharani, Qorizky (2009) KEMANDIRIAN PADA PENYANDANG LOW VISION Studi Kasus Berdasar Teori Kepribadian Adler. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.


Low vision adalah kondisi penglihatan lemah yang tidak dapat ditolong dengan penggunaan kacamata. Jarak penglihatan maksimum untuk orang dengan low vision adalah 6 meter dalam visi 20 derajat yang luas. Orang dengan penglihatan rendah biasanya memiliki kesulitan dalam penyesuaian diri, sering merasa tidak berdaya, tidak mandiri, dan kebanyakan bergantung atas bantuan orang lain. Tetapi ada juga orang-orang dengan penglihatan rendah yang bisa beradaptasi dan melakukan banyak aktivitas sendiri. Itulah mengapa menarik untuk dilakukan pengamatan pada proses otonomi pada masyarakat low vision. Otonomi bisa menjadi digambarkan sebagai beberapa jenis perilaku di mana seseorang memiliki inisiatif, memiliki kemampuan memecahkan masalah dan melakukan banyak aktivitas tanpa bantuan orang lain orang, untuk kepentingan diri sendiri atau bahkan kepentingan sosial.

Pengamatan ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan pada suatu kasus studi untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kasus ini. Studi kasus memberikan informasi tentang harapan, kekhawatiran, pengalaman traumatis, hubungan keluarga, dan kesehatan mental, untuk memahami pikiran atau perilaku individu. Studi kasus adalah tengah lansia low vision, sedangkan informannya adalah orang yang berhubungan erat dengan subjek. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah dengan melakukan wawancara dengan subjek dan informan, dan dengan melakukan observasi terhadap subjek itu sendiri.

Pengamatan ini menemukan bahwa kedua subjek memiliki inferioritas yang membuat subjek itu sendiri berjuang untuk otonomi mereka dalam hidup. Inferioritas ini ditunjukkan dalam gaya hidup. Pada subjek pertama, gaya hidupnya menekankan pada minat sosial, jadi dia memiliki minat diri yang rendah. Pada subjek kedua, gaya hidupnya sebagian besar menekankan pada memperjuangkan kesejahteraan ekonomi keluarganya. Otonomi kedua subjek adalah ditunjukkan dalam otonomi ekonomi dan otonomi perilaku. Peran keluarga adalah sangat penting, terutama dari orang tua. Keluarga tidak boleh membeda-bedakan perilaku kedua mata pelajaran dan tidak memberikan terlalu banyak tanggung jawab untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri pada kedua mata pelajaran.




Referensi 

Muharani, Qorizky (2009) KEMANDIRIAN PADA PENYANDANG LOW VISION Studi Kasus Berdasar Teori Kepribadian Adler. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

Wulandari, Novia (2018) MANFAAT DUKUNGAN SOSIAL BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNANETRA DI YAYASAN SAYAP IBU.

KHOLIDAH, FAJARUL (2017) Upaya Pengembangan Kemandirian dalam Ibadah melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Siswa Tunanetra (Studi Kasus di Kelas V SLB ‘Aisyiyah Ponorogo). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

https://www.kajianpustaka.com/2019/11/jenis-karakteristik-penyebab-dan-metode-belajar-anak-tunanetra.html#:~:text=Menurut%20para%20medis%2C%20tunanetra%20merupakan,tidak%20lebih%20dari%2020%20derajat. diakses pada 3 Maret 2022 pukul 12.21