Get me outta here!

Rabu, 09 Maret 2022

STUDY KASUS KONSELING BERKEBUTUHAN KHUSUS #4 | Tunarungu

 STUDY KASUS (Kepribadian Tunarungu)


Profil Keluarga Tunarungu di Bungus Teluk Kabung

Berdasarkan studi pendahuluan yang ditulis dalam jurnal, penulis menemukan sebuah keluarga yang semua anggota keluarganya mengalami hambatan pendengaran serta tinggal di tempat terpencil, tanpa listrik, memasakpun masih menggunakan kayu bakar dan jarak rumahnya jauh dari rumah warga lainnya. Mereka hidup dirumah kayu sederhana yang jauh dari keramaian, untuk menuju rumah warga terdekatpun mereka harus melewati pematang sawah dan sungai kecil yang jaraknya sekitar 10 meter.

Keluarga ini memiliki tujuh anggota keluarga, diantaranya orang tua yang lengkap (ayah dan ibu tunarungu) dan lima orang anak yang semuanya mengalami hambatan pendengaran. Ayahnya bekerja sebagai penjemur padi di Heller orang dan ibunya bekerja sebagai buruh tani kadang membantu suaminya bekerja, sedangkan empat orang anak yang lainnya sedang menempuh dunia pendidikan diantaranya satu orang anak bersekolah di SD Reguler tanpa GPK dan tiga orang bersekolah di jenjang SMPLB di Bungus teluk kabung, serta 1 orang anak lagi masih berusia 4 tahun.

Profil Ayah

Nama            : LM

Umur            : 51 Tahun

Pekerjaan      : Buruh Tani atau tukang jemur padi di heler milik orang lain,

Lm bekerja sangat giat dan rajin, hal ini dilihat dari catatan wawancara 6 dengan pemilik heler tempat Lm bekerja. Lm adalah anak ke 2 dari 8 bersaudara, dari 8 saudara Lm ada satu lagi saudara yang juga mengalami hambatan pendengaran yaitu adik bungsunya. Lm adalah pribadi yang murah senyum dan rajin beribadah, walaupun disaat sedang sibuk bekerja iya tetap sholat tepat waktu.

Profil Ibu

Nama                    : MR

Umur                   : 45 Tahun

Pekerjaan       : Ibu Rumah Tangga kadang ia membantu suaminya bekerja diheler, kadang pergi mencari kayu kehutan dan ikut bekerja dengan orang lain bercocok tanam di sawah orang lain. 

Ibu Mr merupakan pribadi yang murah senyum dan sangat baik, hal ini dilihat saat CL 5, saat peneliti mulai berinteraksi dengan keluarga X, Ibu Mr merupakan seorang ibu yang hebat bagi anak-anaknya, karena walaupun mengalami hambatan pendengaran tetapi ia tetap bersikeras untuk menyekolahkan anaknya ditempat yang layak serta mampu mendidik anaknya dengan sangat baik dan berperilaku baik seperti mereka. 

Profil Anak ke-1

Nama        : EM

Umur        : 16 Tahun

Saat ini sedang belajar di salah satu SLB yang ada di bungus teluk kabung, EM adalah pribadi yang sangat berbakat dalam segi akademik maupun keterampilan, gurunya bilang, bahwa EM sangat berbakat dalam melukis dan menjahit, namun pada kemampuan akademiknya pun tidak ada masalah, ia adalah anak yang sangat berbakat dalam bidang apapun, sekarang Em sedang mengikuti pelatihan di salah satu tempat pelatihan bagi Abk untuk menunjang mengasah kemampuannya, Em mengikuti pelatihan menjahit terkhususnya pada bidang border, hasil bordirannya sangat bagus dan rapi, Em adalah pribadi yang sopan dan santun kepada semua orang, ia juga kakak yang sangat baik dan peduli dengan adik-adiknya. Saat adik-adiknya bersekolah di SD Reguler, EM lah yang mengajarkan adik-adiknya membaca dan Bahasa isyarat jari yang ia dapat dari SLB. EM juga sering membuat kerajinan tangan sendiri yang ia pasarkan kepada teman-temannya

Profil Anak ke-2

Nama        : TM

Umur        : 14 Tahun

TM duduk di bangku kelas dua SMPLB di SLB Samudera Biru, TM adalah pribadi yang baik dan murah senyum seperti keluarganya yang lain, TM juga berbakat seperti kakaknya dalam bidang keterampilan seperti menjahit dan melukis. TM adalah anak yang penurut dan sopan dengan guru.

Profil Anak ke-3

Nama        : SN

Umur        : 12 Tahun

SN sekarang sedang duduk di bangku kelas 1 SMPLB. Sama dengan kakaknya SN adalah pribadi yang baik dan pekerja keras. Setelah pulang sekolah ia membantu ayahnya bekerja di heler dan saat libur pun ia habiskan untuk membantu orang taunya. SN adalah anak laki-laki tertua di keluarga ini.

Profil Anak ke-4

Nama        : FT

Umur         : 8 Tahun

FT sekarang duduk di bangku kelas II SD. FT bersekolah di SD regular yang dekat dengan rumahnya. FT adalah anak yang pemalu dan susah bergaul dengan teman-temannya. Dikarenakan usianya yang masih belia iya menjadi pribadi yang tertutup dibandingkan dengan kakak-kakaknya yang lain. FT setelah pulang sekolah lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah dibandingkan bermain dengan kawan-kawan seusianya. Disekolahpun ia duduk sendiri dan berada di bangku paling belakang. FT tidak punya teman dekat dan merasa tersisihkan dari teman-temannya. FT adalah anak yang baik dan sopan sama dengan kakak-kakanya namun karna pribadinya yang tertutup FT menjadi pribadi yang susah bergaul dilingkungannya

Profil Anak ke-5

Nama        : MT

Umur        : 4 Tahun

MT belum bersekolah dan masih tergantung kepada ibunya. MT juga mengalami hambatan pendengaran dan bicara. MT adalah pribadi yang murah senyum dan mudah dekat dengan orang lain. Karena pribadinya yang lucu membuat orangorang menjadi senang untuk dekat dengannya. Setiap bertemu orang iya selalu tersenyum dan penurut.


Keluarga X ini sangat ramah dengan semua orang, dia tidak pernah bermusuhan dengan tetangga maupun dengan siapapun. Cara tunarungu berinteraksi dengan lingkungan adalah dengan menggunakan isyarat dan oralnya, serta orang-orang disekitar pun sudah paham dengan Bahasa yang dipakai keluarga X. keluarga ini tidak pernah membeda-bedakan siapapun, mereka hidup dengan damai tanpa ada yang membencinya maupun membulynya. Mereka juga tidak pernah bertindak kasar dengan orang lain dan selalu tersenyum ketika bertemu orang lain.

Faktor yang menyebabkan ketunarunguan pada keluarga ini adalah karena faktor keturunan, hal ini dibuktikan karena salah satu keluarga dari ayahnya juga mengalami ketunarunguan. lalu didukung oleh faktor lingkungan, karena tinggal ditempat terpencil mereka jarang berkomunikasi dengan orang lain sehingga sering berkomunikasi dengan orang tuanya saja yang keduanya mengalami hambatan pendengaran. Kelima, persepsi lingkungan terhadap keluarga ini sangat baik, mereka adalah keluarga yang ramah dan sopan kepada orang lain. walaupun mengalami keterbatasan tetapi mereka tidak pernah merepotkan orang lain.  



Sumber 

Syaputri, R. Y., & Indramurni. (2021). Profil Keluarga Tunarungu di Bungus Teluk Kabung. Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education, 5(1), 10–20. https://doi.org/10.51529/ijiece.v5i1.172




0 komentar:

Posting Komentar