Thinking Skills
Metode
Enam Topi Berpikir (Six Thinking Hats) adalah teknik pengajaran sederhana yang memberikan
kerangka bagi individu untuk berkembang dan mengatur pemikiran mereka untuk memastikan bahwa masalah ditangani dari berbagai
perspektif.
Metode enam Topi Berpikir (Six Thinking Hats) ialah suatu tata cara berpikir yang diciptakan oleh Dr. Edward De Bono. Edward De Bono merupakan seseorang ahli dalam mengajarkan keahlian berpikir. Edward De Bono seorang ahli terkemuka dalam mengajarkan keahlian berpikir serta penggagas konsep berpikir lateral kemudian meningkatkan teknik- teknik resmi tersebut menjadi metode kreatif. Dalam bukunya yang bertajuk“ Revolusi Berpikir”( 2007) pada tahun 1993 menggambarkan tata cara berpikir kreatif yakni metode enam Topi Berpikir. Dalam buku ini, De Bono memusatkan pemikir untuk berpikir dalam satu jalan ataupun bisa disebut berpikir paralel.
Titik
fokus dari teknik enam topi berpikir adalah mengarahkan proses berpikir ke dalamnya enam area
terpisah, satu per satu, yang memfasilitasi pemikiran terfokus. Enam topi berwarna sesuai dengan gaya berpikir atau perilaku yang berbeda. Peran warna yang penting kehidupan manusia digunakan dalam teknik ini (De Bono, 1999).
- Putih (Netralitas, Pikiran tentang fakta)
Fakta, angka-angka, informasi. Informasi apa yang kita punya? Informasi apa yang perlu kita cari? Ini mendorong pemikir untuk memisahkan apa itu fakta dan apa penafsiran. Semakin banyak informasi yang dimiliki orang, semakin baik pemikiran mereka menjadi dan lebih tepat tindakan mereka (De bono. 1999).
- Kuning (Optimis, pikiran aspek positif dari suatu topik)
Warna kuning melambangkan sinar matahari dan optimisme, berfokus
pada identifikasi nilai, keuntungan atau manfaat dalam sesuatu. Orang-orang
memakai topi kuning untuk menemukan cara memecahkannya masalah; karena mereka
optimis. Mereka kreatif saat memakainya topi kuning mereka. Pemikiran mereka
berkisar pada bagaimana hal itu dapat dilakukan untuk dinikmati keuntungan-keuntungan.
Tanpa topi kuning, kreativitas hampir mustahil karena kami tidak akan pernah
melihat manfaat dari ide yang muncul.
- Hitam (Kritis, menghakimi dan memikirkan hal-hal negatif aspek suatu topik)
Topi hitam adalah dasar dalam berpikir kritis. Berpikir kritis adalah berpikir dengan menilai baik dan buruk. Mengkritik dengan cara yang membangun. Penggunaan topi hitam yang berlebihan dapat menyebabkan Sinisme yang tidak sehat di mana orang-orang tampaknya hanya mencari-cari kesalahan dalam segala hal.
- Merah (Emosi, perasaan, dan intuisi)
Topi merah dapat dikatakan sebagai lawan dari topi putih. Logika tidak diperlukan. Terlalu sering kita biarkan emosi kita membuat keputusan kita. Topi merah memberi kita konteks terpisah untuk menyatakan perasaan kita yang sebenarnya dan kemudian mengeksplorasi implikasinya. Bagaimana perasaan saya tentang hal ini sekarang?
- Hijau (Kreativitas, Ide Baru, Brainstorming dan Prediksi)
Topi hijau melambangkan pemikiran kreatif. Ini memberi lampu hijau untuk menghasilkan alternatif dan mengeksplorasi ide. Pemikir topi hijau akan berkata, “Kita perlu mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru ”(Malone, 2003). Manfaat untuk topi hijau antara lain eksplorasi, usul dan saran, alternatf, ide-de baru, provokasi, aksi dan energi.
- Biru (Refleksi, Pengontrol proses berpikir)
Topi biru adalah pandangan menyeluruh yang mengontrol proses. Topi biru mencakup hal-hal sebagai berikut. a) Di mana posisi kita sekarang? b) Apa langkah selanjutnya? c) Simpulan d) Pengamatan dan komentar (De Bono, 2007:95-117).
Dengan menggunakan enam topi berpikir kita mampu menghasilkan informasi yang lebih spesifik dan banyak informasi. Topi-topi tersebut telah membantu kita mengatur pemikiran kita dan mengungkapkan pikiran mereka secara ekplisit. Topi adalah alat untuk membantu memfokuskan pemikiran dan memeriksa sudut pandang lain. kita juga bisa menggunakan enam topi berpikir untuk:
- Menyelesaikan masalahh
- Topik diskusi
- Membuat perbandingan
- Menjelajahi alternatif
- Membuat keputusan
- Menarik kesimpulan
- Menciptakan ide baru
- Membuat penilaian
- Mengevaluasi ide
- Brainstroming
Sumber
- Education India Journal: A Quarterly Refereed Journal of Dialogues on Education, ISSN 2278- 2435, Vol. 4, Issue-4, November-2015.
- LITERASI, Jurnal Ilmiah Pend. Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Vol.7, No.1, Januari 2017
0 komentar:
Posting Komentar