STUDI KASUS ADHD
1. Profile
Nama : Angga Dani Ananda
Tempat Tanggal Lahir : Sukoharjo, 14 Februari 2001
Agama : Islam
Jumlah saudara : 3
Alamat : Pundung Sari
Nama ayah : Surono
Nama ibu : Sumarni
2. Kondisi Fisik
Subyek memiliki kesehatan yang baik dan tidak memiliki cacat tubuh serta tidak menderita suatu penyakit yang membahayakan, akan tetapi subyek hingga kini sering mengalami sakit radang tenggorokan. Gambaran fisik subyek yang lainnya adalah, subyek sering mengalami sakit di pergelangan tangan atau kaki. Hal tersebut subyek alami karena perilaku hiperaktif subyek seperti sering naik turun tangga di dalam rumah, sering naik pohon yang ada di lingkungan rumah serta gerakan tangan dan kaki subyek yang seolah-olah seperti gerak reflek, sehingga subyek sering mengalami cidera atau sakit fisik karena perilakunya tersebut.
3. Kehidupan Sosial
Aktifitas subyek baik di rumah dan di sekolah tidak jauh berbeda. Aktifitas yang dilakukan subyek menunjukkan perilaku hiperakti, baik di rumah maupun di sekolah. Perilaku hiperaktif yang dilakukan subyek ketika berada di rumah di antaranya menggerak-gerakan tangan dan kaki secara berlebihan seperti memukul-mukul benda yang ada di dekatnya, jika bermain tidak dapat bertahan lama dengan satu permainan, tidak dapat membereskan alat bermainnya setelah selesai bermaian selain itu perilaku subyek juga destruktif seperti mudah merusak mainannya. Selain hal tersebut jika di ajak bicara dengan orang tua atau pembantunya, subyek tidak dapat memperhatikan. Hal tersebut juga subyek alami ketika berada di sekolah. Aktifitas yang dilakukan subyek di sekolah menunjukkan bahwa subyek mengalami perilaku hiperaktif. perilaku hiperaktif pada saat di sekolah di antaranya sering menunjukkan sikap cuek dan tidak memperhatikan ketika diajak berbicara dengan orang lain dan cenderung semaunya sendiri, tidak dapat duduk tenang seperti banyak menggeliat di kursi pada waktu pelajaran, meninggalkan tempat duduk dan mondar-mandir dari bangku satu ke bangku teman satunya.
Hubungan subyek dengan teman, baik di rumah dan di sekolah juga tidak jauh berbeda. Dalam bergaul dengan lingkungan sekitar subyek selalu ingin menjadi pemimpin dalam permainan, ingin menang sendiri dan tidak mau kalah dengan teman-temannya yang lain.
4. Keluarga
Kedua orang tua subyek merupakan orang tua yang jarang berada di rumah. Ayah subyek bekerja sebagai polisi yang tidak tentu jadwal pekerjaannya, sedangkan ibu subyek bekerja sebagai PNS. Kedua orang tua subyek merupakan orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya. Berangkat bekerja pagi dan pulang sore hari atau bahkan malam hari. Kedua kakak subyek juga tidak tinggal bersama dengan orang tua, karena bekerja dan kuliah di luar kota. Kondisi yang demikian membuat subyek jarang berkumpul dengan kedua orang tuanya serta membuat subyek hanya ditemani dengan pembantu di rumah. Hubungan subyek dengan pembantu lebih dekat disbanding dengan orang tuanya, karena segala sesuatu yang dibutuhkan subyek dibantu oleh pembantu, dari hal yang dibutuhkan subyek sebelum berangkat sekolah hingga subyek pulang sekolah, seperti peralatan sekolah hingga baju yang digunakan subyek sepulang sekolah.
Kedua orang tua subyek merupakan orang tua yang memberikan kasih sayang berlebihan, hal ini dapat terlihat dari sikap dan cara pendidikan orang tua yang diterapkan pada subyek serta segala sesuatu yang diinginkan subyek selalu dituruti oleh kedua orang tua. Selain hal tersebut kedua orang tua subyek juga menerapkan disiplin yang ketat pada subyek seperti sepulang sekolah harus segera pulang, subyek harus dapat menjadi yang pertama di kelas, belajar harus tepat 67 waktu dan tidak diperbolehkan main di luar rumah tanpa ditemani oleh pembantunya. Hal tersebut dilakukan orang tua subyek dengan alasan bahwa subyek merupakan anak laki-laki dalam keluarga dan menginginkan subyek kelak dapat menjadi pemimpin yang lebih dibanding orang tua. Selain hal tersebut, orang tua subyek terdapat kekhawatiran jika subyek salah bergaul dengan lingkungan sekitar, sehingga mereka memperlakukan subyek dengan demikian.
0 komentar:
Posting Komentar